Hit counter
Sumber Protein Cocok Langsingkan Badan
0
Kesulitan
untuk memilih-milih makanan saat anda ingin melangsingkan badan? Jangan
khawatir, anda masih bisa mengonsumsi makanan yang tinggi protein yang sangat
bermanfaat untuk tubuh anda. Contohnya daftar makanan tinggi protein di bawah
ini :
1. Daging Ayam Tanpa Lemak
Ayam merupakan makanan kaya protein untuk menurunkan berat badan. Konsumsilah seporsi daging ayam tanpa lemak, karena dapat memberikan tubuh banyak energi yang cukup untuk membakar lemak.
2. Salmon
Ikan yang disukai banyak orang ini rupanya kaya omega 3 dan tinggi protein. Tak hanya melangsingkan tubuh, manfaat lainnya juga dapat menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh. Salmon juga membantu dalam menjaga rasa lapar untuk si pelaku diet.
3. Biji-bijian
Makanan ini tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga membantu dalam menyeimbangkan kadar gula darah. Karenanya beragam jenis biji-bijian umumnya tinggi serat dan protein.
4. Beras Merah
Ganti makanan nasi putih anda dengan nasi merah selama ingin melangsingkan berat badan. Ya, beras merah adalah makanan tinggi protein yang menguntungkan penurunan berat badan. Apalagi jika anda makan satu porsi beras merah dengan seporsi makanan biji-bijian, cukup membantu anda untuk membakar lemak dalam tubuh.
1. Daging Ayam Tanpa Lemak
Ayam merupakan makanan kaya protein untuk menurunkan berat badan. Konsumsilah seporsi daging ayam tanpa lemak, karena dapat memberikan tubuh banyak energi yang cukup untuk membakar lemak.
2. Salmon
Ikan yang disukai banyak orang ini rupanya kaya omega 3 dan tinggi protein. Tak hanya melangsingkan tubuh, manfaat lainnya juga dapat menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh. Salmon juga membantu dalam menjaga rasa lapar untuk si pelaku diet.
3. Biji-bijian
Makanan ini tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga membantu dalam menyeimbangkan kadar gula darah. Karenanya beragam jenis biji-bijian umumnya tinggi serat dan protein.
4. Beras Merah
Ganti makanan nasi putih anda dengan nasi merah selama ingin melangsingkan berat badan. Ya, beras merah adalah makanan tinggi protein yang menguntungkan penurunan berat badan. Apalagi jika anda makan satu porsi beras merah dengan seporsi makanan biji-bijian, cukup membantu anda untuk membakar lemak dalam tubuh.
By : Rie Chan
Kerokan
0
Siapa
yang tidak mengenal kerokan? Kerokan dirasakan banyak orang membantu membuat ‘tubuh
lebih enak’.
Ada
yang suka kerokan dengan banyak minyak, ada yang suka kerokan dengan gerakan
kencang, ada yang lebih suka dengan perlahan. Apa pun caranya, semua ingin
kerokan efektif.
Bagaimana
pun, efektivitas terapi yang dalam bahasa asing disebut coining dan cao gio ini
tergantung pada siapa anda bertanya. Sementara belum ada artikel ilmiah yang
memverifikasi efektivitas terapi tradisional ini. Orang-orang Asia Tenggara di
seluruh dunia masih mempraktikkannya.
Kerokan
diyakini bekerja dengan menarik ‘angin’ ke permukaan tubuh dan menciptakan
jalur di mana ‘angin’ dapat dibebaskan. Jumlah ‘angin’ yang akan keluar diukur
oleh tingkat kemerahan yang muncul pada tubuh setelah pengerokan, yang juga
menjadi indikasi untuk mengukur tingkat keparahan penyakit.
Untuk
penyembuhan nyeri otot, meskipun tidak ada bukti tenteng efektivitas, kerokan
dianggap dapat memberikan perbaikan gejala melalui penggunaan balsam atau
minyak yang diserap kulit bila diterapkan atau digosokkan dengan koin.
By : Rie Chan
Perawatan Tubuh Malam Hari
0
Perawatan
di malam hari merupakan hal penting yang sebaiknya dilakukan sejak usia 20-an. Jika
dilakukan rutin, kulit akan senantiasa sehat, kencang, berseri dan awet muda.
Mulailah
perawatan dari rambut
Rambut
merupakan mahkota wanita! Rambut yang lepek akibat faktor eksternal bisa
diperbaiki dengan aplikasi krim atau spray
yang dirancang khusus untuk malam hari sehingga tidak menyebabkan lepek dan
tidak meninggalkan residu saat tidur.
Kulit
wajah bisa lelah
Istirahatkan wajah kita dengan mengoleskan krim
malam sehingga wajah akan kembali segar keesokan harinya. Jangan abaikan juga
bagian tubuh kita yang lain, terutama tangan dan kaki. Jaga kekenyalan dan
kelembutannya dengan pelembab. Pilih yang mengandung formula agak pekat dengan
wangi yang segar.
By : Rie Chan
Lutein
0
Hai Friends, siapa sih
yang ngga mau punya berat badan ideal dan tubuh yang sehat? Apalagi khususnya
wanita. Nah, jika kita menginginkan kedua hal tersebut kuncinya hanya satu,
yaitu makan makanan yang mengandung gizi seimbang. Buah-buahan dan sayuran
merupakan kategori makan yang tidak boleh diabaikan. Karena, buah dan sayur
memiliki berbagai macam nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan kita. Salah satunya
tubuh kita memerlukan Lutein.
Apa itu Lutein
? Lutein
merupakan pigmen atau zat warna karotenoid yang terkandung
dalam buah-buahan dan sayuran, yang membuat buah serta sayur berwarna indah. Lutein
didapat dari mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah berwarna
kuning juga hijau setiap hari (contohnya labu dan jagung). Lutein memiliki
manfaat penting untuk melindungi fungsi penglihatan, loh. Lutein secara
bertahap akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan Lutein
nutrisinya dapat larut dalam lemak. Karena itulah agar tubuh dapat
menyerap Lutein lebih banyak maka dapat dikonsumsi dengan jenis
makanan berlemak dan berminyak. Tapi, tetap diingat untuk jangan terlalu banyak
menggunakan minyak atau lemak, karena berlebihan lemak tidak akan baik untuk
tubuh kita. Kita bisa membuat salad, campuran sayuran hijau dan kuning dengan
tambahan minyak zaitun atau minyak wijen.
By : Rie Chan
Floaters
0
Hai Friends :)
Kali ini saya akan membahas tentang Floaters, saya sendiri memiliki Floaters di kedua mata saya :)
Dan saya memiliki mereka sejak anak-anak (mungkin dari kelas 6 SD atau 1 SMP).
Nah, mari kita mulai membahas tentang Floaters ini.
1. Apa sih Floaters itu? Nah, floaters adalah bayangan yang bergerak-gerak sesuai arah gerakan mata kita. Bentuk dan warnanya macam-macam.
2. Bentuknya bisa berupa titik, atau bentukan bundar, kadang berbentuk spt sarang laba-laba (sawang). Warna pun bisa gelap (hitam) / kecoklatan
3. Nah, floaters ini letaknya di bagian rongga mata yang berbentuk jelly yang berwarna transparan. Namanya VITREOUS.
4. Vitreous ini konsistensinya seperti jelly, namun pada beberapa kondisi, seperti mata minus, orang tua, infeksi retina, maka vitreous mencair
5. Ada bagian vitreous yang mencair dan ada bagian yang tetap seperti jelly, akibatnya timbul partikel-partikel yang ‘floating’ di cairan vitreous tadi
6. Nah, partikel-partikel yang floating inilah disebut FLOATERS. Yang kita rasakan seperti ada bintik hitam di penglihatan kita, ngikutin kalo mata gerak
7. Kadang kita baru nampak floaters di mata kita saat di ruang terang, atau lagi lihat layar monitor yang putih. Kadang ada-kadang menghilang
8. Apakah floaters bahaya? Jawabannya TIDAK. Floaters tidak berbahaya dan tidak mempengaruhi penglihatan. Namun ada TAPInya lho :)
9. Kalau floaters tiba-tiba meningkat jumlahnya dari biasanya. Misal biasanya 1 titik kemudian tiba-tiba jadi 5-10 titik
10. Atau tiba-tiba floaters diikuti dengan flashes, yaitu pandangan seperti melihat kilat cahaya. Nah, ini perlu diwaspadai
11. Karena kadang Flashes atau kilatan cahaya ini bisa disebabkan karena vitreousnya menarik retina sehingga retinanya robek :(
12. Retina yang robek ini bahaya, karena bisa jadi menyebabkan Retinal Detachment atau pelepasan retina yang bisa mempengaruhi penglihatan
13. Nah, jadi bila floaters tadi tiba-tiba jumlahnya meningkat, atau disertai flashes (kilatan cahaya), cepat segera ke dokter mata terdekat
14. Kalau ada floaters 1-2, tanpa flashes, kadang nampak-kadang nggak. Ini sama sekali nggak bahaya. Tidak mengancam penglihatan
15. Bisa gak sih floaters dibersihkan? Jawabnya bisa tapi melalui prosedur operasi besar-Vitrektomi.
16. Jadi pada vitrektomi, cairan jelly vitreousnya yang terkotori floaters diganti sama cairan saline. Ribet. Gak banyak dari mata mau melakukan operasi ini.
17. Karena floaters tersebut kan tidak berbahaya. Kadang dengan berjalannya waktu, floaters akan memudar.
18. Nah, demikian bahasan floaters kali ini :)
Apakah di antara kalian ada yang mengalami hal yang sama dengan saya?
Kalau ada yang mau berbagi cerita juga boleh, berdiskusi bareng :D
Kali ini saya akan membahas tentang Floaters, saya sendiri memiliki Floaters di kedua mata saya :)
Dan saya memiliki mereka sejak anak-anak (mungkin dari kelas 6 SD atau 1 SMP).
Nah, mari kita mulai membahas tentang Floaters ini.
1. Apa sih Floaters itu? Nah, floaters adalah bayangan yang bergerak-gerak sesuai arah gerakan mata kita. Bentuk dan warnanya macam-macam.
2. Bentuknya bisa berupa titik, atau bentukan bundar, kadang berbentuk spt sarang laba-laba (sawang). Warna pun bisa gelap (hitam) / kecoklatan
3. Nah, floaters ini letaknya di bagian rongga mata yang berbentuk jelly yang berwarna transparan. Namanya VITREOUS.
4. Vitreous ini konsistensinya seperti jelly, namun pada beberapa kondisi, seperti mata minus, orang tua, infeksi retina, maka vitreous mencair
5. Ada bagian vitreous yang mencair dan ada bagian yang tetap seperti jelly, akibatnya timbul partikel-partikel yang ‘floating’ di cairan vitreous tadi
6. Nah, partikel-partikel yang floating inilah disebut FLOATERS. Yang kita rasakan seperti ada bintik hitam di penglihatan kita, ngikutin kalo mata gerak
7. Kadang kita baru nampak floaters di mata kita saat di ruang terang, atau lagi lihat layar monitor yang putih. Kadang ada-kadang menghilang
8. Apakah floaters bahaya? Jawabannya TIDAK. Floaters tidak berbahaya dan tidak mempengaruhi penglihatan. Namun ada TAPInya lho :)
9. Kalau floaters tiba-tiba meningkat jumlahnya dari biasanya. Misal biasanya 1 titik kemudian tiba-tiba jadi 5-10 titik
10. Atau tiba-tiba floaters diikuti dengan flashes, yaitu pandangan seperti melihat kilat cahaya. Nah, ini perlu diwaspadai
11. Karena kadang Flashes atau kilatan cahaya ini bisa disebabkan karena vitreousnya menarik retina sehingga retinanya robek :(
12. Retina yang robek ini bahaya, karena bisa jadi menyebabkan Retinal Detachment atau pelepasan retina yang bisa mempengaruhi penglihatan
13. Nah, jadi bila floaters tadi tiba-tiba jumlahnya meningkat, atau disertai flashes (kilatan cahaya), cepat segera ke dokter mata terdekat
14. Kalau ada floaters 1-2, tanpa flashes, kadang nampak-kadang nggak. Ini sama sekali nggak bahaya. Tidak mengancam penglihatan
15. Bisa gak sih floaters dibersihkan? Jawabnya bisa tapi melalui prosedur operasi besar-Vitrektomi.
16. Jadi pada vitrektomi, cairan jelly vitreousnya yang terkotori floaters diganti sama cairan saline. Ribet. Gak banyak dari mata mau melakukan operasi ini.
17. Karena floaters tersebut kan tidak berbahaya. Kadang dengan berjalannya waktu, floaters akan memudar.
18. Nah, demikian bahasan floaters kali ini :)
Apakah di antara kalian ada yang mengalami hal yang sama dengan saya?
Kalau ada yang mau berbagi cerita juga boleh, berdiskusi bareng :D
By : Rie Chan
Love is Life (and) Life is Tears in Heaven (Chap 3)
0
Chap 3
Chap 3
Suara
binatang malam semakin terdengar di tengah keheningan yang menjadi. Biebi duduk
di pinggir tempat tidurnya dengan sikap diam, percakapan di telepon dengan
neneknya setengah jam lalu masih terngiang-ngiang di pikirannya, memusnahkan
rasa laparnya sehingga dia langsung kembali ke kamar tidur setelah mematikan
kompor.
“Narumi ada di
Indonesia, Bie. Mungkin dia akan mendatangimu sebentar lagi. Bersiaplah untuk
menyambut calon suamimu itu.”
Itulah
pesan terakhir dari neneknya sebelum menutup telepon. Dalam kegalauan yang
menerpa, Biebi menatap balkon kamarnya, ada dorongan untuk menuju balkon dan
mengintip suasana rumah kosong yang ada di sebelah kiri rumahnya itu. Dorongan
itu semakin kuat dan menyudutkannya, sehingga akhirnya dia menyerah.
Dengan
perlahan Biebi bangkit dan melangkahkan kaki ke sana, angin malam yang dingin
langsung menerpanya begitu sampai di depan pagar balkon miliknya. Dengan
bersender di pagar balkon dia menengokan kepalanya ke arah halaman yang ada di
depan rumah kosong itu. Di sana hanya ada kesunyian dan taman bermandikan cahaya
remang-remang yang berasal dari beberapa lampu di atas pagar. Beberapa menit
pun berlalu dalam keheningan.
“Apa
benar Narumi di Indonesia? Apa mungkin Narumilah yang akan tinggal di sebelah?
Apa dia sekarang sedang merencanakan sesuatu?”
Biebi
menepuk jidatnya sendiri, dia merasa bodoh saat menyadari kalau sekarang
pikirannya sudah terpengaruh oleh gosip yang mamanya berikan tadi. Dengan
geleng-geleng kepala Biebi hendak kembali ke tempat tidurnya dan berusaha untuk
melupakan masalah calon suaminya tersebut, tapi belum juga niat itu terlaksana
Biebi menangkap sesuatu yang bergerak di halaman itu dengan ekor matanya. Dia
terperanjat dan dengan refleks menutup mulutnya agar tidak berteriak saat
melihat ‘apa’ yang bergerak itu. Di sana! Tepat di halaman rumah kosong itu!
ada seorang laki-laki yang merayap di rerumputan dan tiba-tiba menengok ke
arahnya!
***
“Ada
apa?” tanya seorang lelaki yang muncul secara perlahan dari balik pintu rumah
tingkat 2 yang baru saja mereka tempati. Kaos hijau melekat di tubuhnya yang
mungil namun berbentuk indah karena hasil fitnes yang teratur. Celana pendeknya
yang berwarna abu-abu pun seakan ‘sempurna’ dipakai olehnya.
Dia
bertanya pada laki-laki yang sedang tersenyum ke arah balkon rumah di samping
rumah mereka.
“Aku
melihatnya” jawabnya disertai senyum yang melebar ke arah sang penanya, lalu
berjalan ke arahnya dengan santai. Beberapa kancing atas kemeja putihnya
terbuka, berantakan, berlumpur, begitu juga dengan celana panjang hitamnya. Tapi
itu semua tak bisa menghilangkan pesonanya.
“Bagaimana
menurutmu?”
Laki-laki
itu sudah berada di samping sang penanya dan menatap wajah sang penanya
tersebut untuk beberapa saat. Mata yang selaksana langit malam tanpa bintang
miliknya menyiratkan sesuatu.
“Bahkan
dengan melihatnya dalam kesamaran pun aku tahu dia memang cantik”
“Baguslah
kalau begitu”
“Hn”
“Hei...
bisakah kau hilangkan du─”
“Apa
kau tetap pada keputusanmu?”
Hening.
Mereka berdua hanya berdiam diri untuk beberapa saat. Lalu laki-laki berbaju
hijau tersebut melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, dengan berdecak kesal
laki-laki yang memakai kemeja putih menyusulnya setelah menutup pintu. Dia
perlu berjalan 2 kali lebih cepat agar bisa mencegat laki-laki berbaju hijau
masuk ke dalam kamar dan menggantung pembicaraan mereka.
“Hei!
Tunggu aku!”
Sekali
mengayunkan tangannya, dia memutar tubuh laki-laki itu menghadapnya.
Dilihatnya
sepasang mata hijau yang berkabut, membuatnya terhenyak dan merasa seakan
terhimpit dunia.
“Apa
menurutmu aku akan menghancurkanmu?” tanyanya serak. Susah baginya mengatur
suaranya agar tetap seperti biasa disaat mata hijau itu telah menembus
jantungnya.
Laki-laki
itu tersenyum, mengangkat kedua tangannya untuk menelusupi kemeja putih di
depannya dan menempelkannya tepat di atas detak kehidupan yang merintih memohon
ampun.
“Hatimu
tidaklah seperti besi. Jika menghancurkan diriku saja kau tak bisa, bagaimana kau
akan melaksanakan tujuanmu?”
“....”
“Kau
bisa mengubah tujuanmu sekarang, jika pagi telah tiba semuanya sudah terlambat.”
“Kenapa
kau di sini?”
“Untuk
membantumu tentu saja”
“Yah,
kau ada untuk membantuku. Kau ada di sini untuk membantuku menghancurkan diriku
sendiri secara perlahan”
***
“Bie...”
“....”
“Biebi...?”
“....”
“BIEBI!”
“Akh!”
Biebi sontak menjauhkan smartphone-nya
dari telinganya yang berdenging. “Ih! Apaan sih?! ngga perlu pakai teriak
segala kan?”
“Ngga
perlu bagaimana? Orang kamunya aku panggil-panggil ngga denger-denger kok!”
“Itu
aku lagi mikir, bukan ngga lagi dengerin”
“Alasan
basi lagi!”
Biebi
sedikit tersenyum saat mendengar jawaban itu, memang benar dia hanya beralasan
saja saat mengatakan dia sedang berpikir, sebenarnya pikirannya sedang
terbang-terbang entah ke mana.
Saat
ini Biebi sedang berada di kantornya, dan dia sedang berbicara dengan Rurie di
telepon.
“Ya
sudah, sekarang kamu mau bagaimana?”
“Aku
ngga tau, Bie. Aku bingung, kan kamu tahu sendiri aku ini payah dalam hal
berteman dengan lawan jenis. Dia kemarin nanyain aku apa ada waktu luang buat
hari sabtu ini? tapi aku belum jawab”
Biebi
memutar bola matanya, lalu mengambil selembar kertas HVS dari laci meja
kerjanya.
“Kurasa
kau harus memutuskan hal seperti ini tanpa menanyaiku terlebih dahulu. Jawab
saja apa yang memang kamu inginkan. Dan juga, apa ruginya berteman dengannya?
Anaknya baik kok, tampan lagi. Seleramu banget kan?”
“I-iya
sih. Baiklah, aku akan menjawabnya siang nanti, kalau dia bertanya lagi. Aaakh~
aku jadi pusing sendiri”
“Sebagai
orang yang mengenal kalian berdua, aku tahu kalian pasti akan cepat akrab. Rie,
teleponnya sudahan yah. Aku masih banyak kerjaan, ngga sepertimu yang lebih
santai. Semoga berhasil kencannya, Bye....”
Sambungan
telepon terputus, menyisakan Biebi yang sedang tersenyum ringan memandang smartphonenya. Dia masih sulit percaya
dengan apa yang sudah diceritakan Rurie padanya pagi ini.
Biebi
mengambil polpen merah di dekatnya. Dia mulai menuliskan apa inti cerita Rurie
padanya sambil sesekali mengerutkan kening di kertas HVS yang sebelumnya memang
sudah tersedia.
Biebi
menatap kertas HVS yang tergeletak tak berdaya di depannya, coretan merah yang
ada di sana membuat Biebi menaikkan sebelah alis.
Anan langsung
kembali ke Restoran Sunrise begitu pulang dari kantor untuk menemui Rurie (saat
itu dia tiba-tiba menjadi aneh begitu mengetahui siapa Rurie sebenarnya). Anan
entah bagaimana berhasil membuat Rurie menyerahkan Nomor teleponnya (walau aku
tidak terlalu kaget dia berhasil mendapatkan nomor telepon Rurie karena dia
memang ahli dalam hal ‘mendapatkan’ sesuatu sebagai Sekretarisku). Anan langsung
mengajak Rurie bertemu di hari sabtu ini (bukankah itu terlalu cepat? Apa Anan
jatuh cinta pada pandangan pertama dan tergila-gila?).
“Ternyata
Anan tertarik dengan wanita seperti Rurie. Hem...ini hal yang bagus untuk
Rurie, walau sedikit aneh untuk seorang Anan. Apa yang sedang dicarinya?”
Coretan
Biebi terhenti ketika pintu ruangannya diketuk perlahan dan terbuka untuk
menampilkan sosok Anan yang tengah memegang sebuah paket berbentuk kotak coklat
berukuran sedang.
“Permisi
Bu, saya baru saja menerima paket ini dari Pak Reno” kata Anan sambil
meletakkan paket tersebut di atas meja Biebi.
Setelah
menaruh kertas yang dia baca tadi ke dalam laci, Biebi mengambil Paket itu dan
mencari tahu siapa pengirimnya. Tapi nama pengirimnya tidak ada, hanya ada nama
penerimanya saja. Paket itu ditujukan langsung kepada Biebi Leonita, tanpa
embel-embel ‘Bu’ atau ‘Yth’ di Hotel Goddess.
“Pak
Reno tidak bilang ini dari siapa, Nan?” tanya Biebi kepada Anan yang berdiri
tak jauh darinya.
“Tidak,
Bu. Begitu menerima paket ini saya sendiri kaget, karena baru kali ini petugas
security mengantarkan paket langsung ke saya. Saat saya bertanya kenapa Pak
Reno memberikan langsung ke saya, beliau hanya bilang kalau paket ini titipan
dari seorang laki-laki yang juga dititipin dari orang lain. Dan orang itu
berpesan agar paket ini langsung diberikan kepada Ibu tanpa ditunda-tunda lagi,
karena paket ini berisi hal yang sangat penting, hal yang sangat Ibu butuhkan
sekarang”
Biebi
menatap paket itu seksama, kemudian menatap Anan sambil tersenyum.
“Ya
sudah, lanjutkan pekerjaanmu. Terima kasih.”
“Baik,
Bu.” Anan pergi keluar ruangan, meninggalkan Biebi dengan paket misterius itu.
Biebi
menerka-nerka siapa yang telah memberikannya lelucon ini, paket tanpa nama
pengirim merupakan lelucon pasti baginya. Setelah mengambil cutter
di kotak kecil tempat alat-alat tulisnya berada, Biebi membuka perlahan paket
itu.
Mata
Biebi membulat sempurna saat paket itu terbuka seutuhnya, paket yang berupa
kotak hitam bersampul kertas coklat itu benar-benar membuat Biebi susah
berkata-kata.
“Oh
My God...” hanya itu yang bisa meluncur dari bibirnya setelah bersusah payah.
Kotak
hitam itu berisi sepaket perhiasan emas putih bertahtakan berlian mewah.
Sebuah
lelucon yang tak bisa dianggap remeh oleh semua wanita.
***
Anan,
Pak Reno dan Biebi sama-sama duduk di kursi yang ada di dalam ruangan Biebi.
Dengan tangan yang memegang kotak perhiasan yang baru saja dia terima, Biebi bertanya
untuk ke-3 kalinya kepada Pak Reno ‘apa benar orang yang menitipkan paket
padanya itu tidak memberitahukan detail siapa pengirimnya?’.
“Saya
benar-benar tidak tahu, Bu. Mas-mas tadi itu hanya memberitahukan ke saya kalau
paket itu untuk Ibu. Kalau paket itu sangat penting. Ketika saya bertanya ‘dari
siapa?’ dia bilang kalau paket itu juga titipan dari orang lain, seorang
laki-laki juga. Tidak ada yang lain lagi.”
Biebi
menatap Pak Reno, merasakan kalau apa yang dilakukannya akan berakhir sia-sia
saja dia menyuruh Pak Reno pergi untuk kembali berkerja.
“Bu,
apa perlu saya menyelidikinya?” tanya Anan begitu Pak Reno sudah tak ada di
ruangan.
“Kalau
kamu bisa.
Lakukan. Tapi ingat
jangan sampai hal ini tersebar ke luar. Aku tidak suka diburu wartawan. Ini
kotak perhiasannya.”
“Baik,
Bu. Saya akan segera memulainya sekarang, permisi Bu.” Sambil membawa kotak
perhiasan yang diberikan Biebi, Anan pun pergi.
Biebi
memijit pelipisnya, dia mengambil smartphone-nya dan mencari nama
seseorang yang entah dia rasa butuhkan sekarang. Nama itu sudah ditemukannya,
namun hanya dipandang tanpa diberikan tindakan.
“Wowong...”
***
Biebi
dan Anan pergi makan siang bersama di Restoran Sunrise, mereka sedang
membicarakan bahan rapat yang akan dilaksanakan esok hari. Semula mereka
terlihat sangat serius dan tak menghiraukan keadaan sekitar, tapi semua berubah
saat Biebi tak sengaja melihat seseorang yang dia kenal sedang memasuki
Restoran.
“Kenapa
dia ada di sini?” ucapnya tanpa sadar.
Anan
yang tadi sedang berkonsentrasi dengan notebook-nya
kini mengikuti arah pandangan Biebi.
“Laki-laki
itu?” tanyanya kepada Biebi sambil melihat seorang lelaki yang sedang berjalan
menuju salah satu meja yang tak jauh dari mereka. Laki-laki itu mengenakan setelan
T-shirt abu-abu dan celana Jeans biru serta
membawa tas selempang berwarna coklat tua.
“A?! oh, iya. Dia”
“Memangnya
siapa dia?” Anan kini memandang Biebi, merasa dari nada jawaban Biebi tadi Anan
sudah punya satu tebakan jitu. Tapi dia tetap menanyakannya.
“Kau
ingat pembicaraan kita di kantor waktu itu, yang tentang ku─”
“Onee-chan!” seruan itu membuat semua
mata menengok pada sang penyeru karena sangking nyaringnya, tidak terkecuali
Biebi dan juga Anan.
Sang
penyeru yang tak lain adalah laki-laki yang sedang Biebi dan Anan bicarakan itu
berjalan cepat ke arah mereka, senyumnya mengembang seakan baru saja menemukan
makanan manis favoritnya.
“Onee-chan! Aku tak menyangka kita akan
berjumpa di sini” katanya riang.
“Ya,
ya, ya. Sekarang duduklah sebelum menambahku malu, Wong” Biebi menarik tangan
mungil itu dan tersenyum singkat kepada pengunjung Restoran lain. Kini Wowong
ikut bergabung di meja mereka, dia mengambil salah satu kursi yang ada di
dekatnya dan duduk di samping Biebi.
“Kenapa
kau ada di sini?” tanya Biebi pada Wowong.
“Tentu
saja untuk makan, memangnya untuk apa lagi?” jawabnya dengan wajah tanpa dosa.
Anan
tak sengaja tertawa perlahan. Biebi yang melihatnya memberikan deathglare
terbaiknya pada Anan.
“Onee-chan, siapa laki-laki ini? Apa dia
kekasihmu? Apa ini berarti aku akan patah hati?”
Biebi
menahan keinginannya untuk membekap mulut manis yang terlalu banyak bertanya
itu.
“Bisa
tidak kau diam saja? Dan jangan bertanya hal-hal aneh seperti itu!”
“Itu
tidak aneh, Nee-chan. Aku
menanyakannya karena aku menyayangimu”
“KAU....”
“Biar
kutebak!─ucap Anan memotong perkelahian di depannya─dia ‘kucing’ itu kan?” tanya Anan dengan
senyum tertahan.
“Aku?
Kucing? Ne-neko?! Hei! Aku bukan Neko!” kata Wowong sambil melotot dan menunjuk
dirinya sendiri.
“Oya?
Jadi benar bukan dia, Bie?” tanya Anan kepada Biebi tanpa menghiraukan Wowong
yang sudah memerah di tempat duduknya.
“Kalian
kenapa jadi menyebalkan begini sih? Akh! Aku jadi pusing nih!”
Wowong
dan Anan hendak memberikan jawaban masing-masing, tapi disela oleh suara
seorang wanita.
“Wah,
wah, wah. Saat mendapat laporan dari karyawanku tentang pelanggan yang terlalu
ribut, aku tak menyangka akan menjumpai kalian”
“Rurie...”
ucap Anan dan Biebi bersamaan, sedangkan
Wowong hanya menatap wanita itu dengan tatapan “siapa ini?”
Rurie menatap Anan sekilas, lalu mengalihkan
pandangannya kepada Biebi.
“Aneh rasanya melihatmu salah tingkah seperti itu,
Bie”
“Apa maksudmu?”
Rurie tidak menjawab pertanyaan Biebi, dia mengambil
salah satu kursi yang ada dan langsung ikut bergabung di meja itu. Dia memilih duduk di samping Anan.
“Hai, aku Rurie, aku temannya Biebi. Kamu siapa?”
Rurie mengulurkan tangannya kepada Wowong, tindakan
itu membuat Biebi dan Anan terkejut. Sedangkan Wowong menyambut uluran tangan
itu dengan wajah berseri.
“Hai juga, panggil saja aku Wowong. Aku Otouto-nya Biebi nee-chan. Senang
berkenalan denganmu, Rie”
“Otouto? Adik?!
Hem… sepertinya aku ‘mencium’ sesuatu”.
Biebi menggelengkan kepalanya perlahan, dia tahu Rurie
akan mencerewetinya nanti.
“Apa kalian sudah selesai dengan perkenalan ini?”
Tanya Biebi sedikit ketus. dia ingin mengucapkan sesuatu yang lain, tapi
pelayan datang dan membawakan makanan untuk Rurie serta Wowong.
Setelah pelayan pergi, Biebi mengira semua ‘kekacauan’
akan ikut pergi bersama hilangnya pelayan itu dari pandangan. Tapi…
“Nah Wong, bisa kau ceritakan bagaimana bisa kau
bertemu Biebi dan menjadi Otouto-nya?”
Rurie memulai introgasinya.
***
BY : MENTARI ARDINI
To
be continued~
#Cerbung ini akan terus saya lanjutkan, tapi yah waktu update-nya ngga nentu. Terima kasih bagi yang masih mengikuti Cerbung ini, baik yang 'meninggalkan jejak' maupun tidak :D.
Semoga sukses buat kalian :'D
By : Rie Chan



Balikpapan