Hit counter

  • Love Me Like Wudhu

    0

    Love…
    Cinta….
    Arti dari satu kata tersebut sangatlah tergantung kepada siapa kamu menanyakannya. Bisa saja kamu mendapatkan jawaban yang sangat singkat atau sangat panjang. Jawaban yang sangat memuaskan atau malah membuatmu tertawa tertahan. Contohnya seperti jawaban yang aku dapatkan kemarin saat bertemu dengan salah satu teman kuliahku. Saat aku bertanya “Cinta itu apa?”, dia menjawab “Cinta itu Dian Sastro” dengan wajah yang serius.
    Haah…jawaban yang super sekali (‘—_—)

    Jujur, akupun juga tidak bisa memberikan penjelasan arti dari Cinta sebenarnya. Tapi, kalau ditanya cinta seperti apa yang aku inginkan dari pasangan hidupku kelak. Aku akan menjawab dengan pasti, “Love me like wudhu”.
    Kenapa aku berkata demikian? Apa maksudnya? Mungkin pertanyaan ini muncul dibenak kalian sekarang.
    Aku berkata demikian karena aku mengharapkan pasangan hidupku kelak adalah seseorang yang sangat bertanggung jawab. Iya, bertanggung jawab! Aku harap dia bertanggung jawab akan diriku dan anak-anak kami nantinya, bertanggung jawab dengan kewajiban yang diberikan Tuhan kepadanya. Jika dia bertanggung jawab atas kewajiban yang Tuhan berikan padanya maka dia akan rajin beribadah, berusaha setia dan mencintai keluarga kami dengan sepenuh hati #Tsaah
    Di setiap lima waktu wajibnya, wajahnya akan basah oleh air wudhu, saat sepertiga malam datang dia akan membangunkanku untuk shalat berjamaah bersama. Indah sekali…
    Seperti dia menjaga dan mencintai wudhunya, aku ingin dia juga menjaga dan mencintaiku seperti itu…
    Seperti dia menjaga dirinya tetap suci di setiap wudhunya, aku ingin dia membuatku merasa nyaman dan aman mengarungi rumah tangga dengannya…
    Lelaki yang mencintai wudhunya sangatlah berharga di mataku. Walau kuakui aku juga masih belajar untuk menjadi wanita yang pantas berdampingan dengan lelaki seperti itu…
    Aku akan tetap mengatakannya…
    Yah, hanya itu…
    Sederhana…
    Hanya ‘Love me like wudhu’…
    Tapi tak semua orang bisa seperti itu….


    Bagaimana denganmu?
  • Resensi Komik : Let Me Through! / Gomen Asobase!

    3

    Judul Komik                : Let Me Through! / Gomen Asobase!
    Komikus                      : WATASE Yuu
    Alih Bahasa                 : Anita Pratama
    Editor                          : Nia Ikasary
    Desain Cover              : Nurdjito T
    ISBN                           : 978-979-27-1503-3
    Tahun Terbit                : 2007
    Penerbit                       : PT. Elex Media Komputindo
    Katagori Komik          : Komik Remaja

    Sinopsis Komik
    Setelah lepas dari sekolah khusus wanita, Hao berharap bisa dapat pacar keren di sekolahnya yang baru di kota. Tapi ternyata, di sekolah yang baru, murid cewek dan cowok dilarang bergaul, padahal sekolah campuran. Demi menemui sang cowok idaman yang pernah menolongnya di kota, Hao nekat memanjat tembok terjal yang jadi penghalang mereka!

    Resensi Komik
    Halo, saya akan membahas tentang komik yang berjudul Let Me Through! / Gomen Asobase! Karangan WATASE Yuu-sensei.

    Let Me Through! Bercerita tentang gadis bernama Hao yang sebelumnya bersekolah di sekolah khusus wanita. Hao yang jago berkelahi menjadi idola di sekolahnya setelah dia menolong teman sekolahnya yang diganggu. Dia dikagumi dan bahkan menerima banyak surat, Hao bahkan dipanggil “Kakak” oleh teman-temannya. Karena hal ini Hao jadi tidak punya pacar. Untunglah kakak Hao yang seorang guru dimutasi ke Sekolah baru di kota. Lalu pergilah Hao dan kakaknya ke kota disertai iringan pengantar Hao yang sedih bukan kepalang (cewek semua loh !). Sesampainya di kota Hao bertemu dengan seorang cowok yang membantunya saat dia terjatuh ditubruk seseorang. Kebetulan cowok tersebut bersekolah yang sama dengannya. Cowok itu menjadi incaran Hao, dia ingin cowok itu menjadi pacarnya. Ketika sampai di sekolah barunya yang merupakan sekolah campuran, Hao senang sekali membayangkan kehidupannya yang akan berubah indah. Sayang, khayalannya itu kandas saat melihat sebuah tembok kokoh yang tingginya minta ampun. Dan ternyata tembok itu untuk memisahkan antara murid cewek dan cowok di sekolah itu. Karena tekadnya untuk bertemu cowok idamannya sangat kuat, Hao pun nekat untuk memanjat tembok itu!

    Dalam komik ini saya suka sama jalan ceritanya, dengan komedinya dan sama karakter cowoknya #plak!
    WATASE Yuu benar-benar bisa membuat saya tertawa di beberapa bagian dalam komik ini.
    Bagi yang sering membaca karya Yuu-sensei pasti sudah hapal dengan komedinya.


    Nah, bagi yang mau tahu bagaimana kisah Hao memperjuangkan Pangeran Belahan Jiwanya, yok mari dibeli komiknya,  lalu...selamat menikmati :3
  • Resensi Komik : Magic Online Shop, KERORIN / Fushigi Tsuhan Kerorindo

    0

    Judul Komik                : Magic Online Shop, KERORIN / Fushigi Tsuhan Kerorindo
    Komikus                      : Wataru Mizukami
    Alih Bahasa                 : Yuli Restiani
    Editor                           : Tari
    Desain Cover               : A. Yuni Astuti
    ISBN                            : 978-979-27-2449-3
    Tahun Terbit                : 2008
    Penerbit                        : PT. Elex Media Komputindo
    Katagori Komik           : Komik Remaja

    Sinopsis Komik
    Boneka tangan spesial dari Kerorin Shop
    Kamu juga bisa BERUBAH dengan boneka irekaeru!!

    Kelahiran dari boneka BERSEJARAH yang belum pernah ada, yang bisa membuatmu bertukar badan dengan orang, yang dicium oleh boneka!
    WAKO HARUNA yang dimonitor untuk bisa dekat dengan AKIRA, sang bintang idola pun ber-irekaeru dengan bintang idola remaja, sampai dengan cowok segala!!
    Saat cintamu yang tidak tersampaikan dalam kondisi pelik, boneka irekaeru ini bisa sangat berguna, lho!

    Resensi Komik
    Komik ini bercerita tentang Wako Haruna yang merupakan gadis SMP berusia 14 tahun dan sangat mengidolakan Akira, lelaki tampan dan berprofesi sebagai selebritis terkenal. Sebenarnya Wako pun bukanlah gadis biasa-biasa saja, Wako juga berasal dari keluarga selebritis. Bahkan Ibunya, Totoko Haruna merupakan aktris yang tenar. Sayang, Wako punya alergi aneh, dia alergi terhadap dunia Seleb. Hal itu dikarenakan traumanya pada waktu kecil saat dia tampil di atas panggung besar dan bajunya sobek karena nyangkut.

    Lalu, suatu hari di pagi yang cerah, Wako mendapatkan kiriman berupa paket berisi boneka tangan berbentuk kodok warna Pink. Wako tak curiga sama sekali dengan kiriman boneka kodok itu, karena dia berpikir itu mungkin saja bonus dari online shop langganannya membeli jimat percintaan (untuk mendapatkan cinta Akira :p). Padahal itu adalah sebuah perangkap besar yang akan membawanya ke petualangan pertukaran tubuh yang mendebarkan.
    Pertukaran tubuh dengan Idola wanita, dengan teman wanitanya, bahkan dengan cowok.
    Semua pertukaran tubuh itu yang nanti akan membuatnya bisa mendekati Akira, pertukaran tubuh menggunakan boneka kodok dengan cara dicium oleh boneka itu.
    Keseruan, kebahagiaan, persahabatan, keyakinan dan air mata pun dimulai.

    Dan, Apakah akhirnya Wako dan Akira bisa bersatu? Bagaimana cara mereka menjadi dekat? Apa Wako akhirnya bisa mengatasi alerginya?

    Wes, baca sendiri yo komiknya :p

    Yang jelas komik ini menarik :) dan untunglah tidak berseri…hehehe
  • Resensi Novel : Cireng Forever (Haris Firmansyah & Funny Team)

    1

    Judul Novel     : Cireng Forever
    Penulis             : Haris Firmansyah & Funny Team
    Katagori Buku : Novel Remaja
    Penerbit           : de TEENS
    Tahun Terbit    : September 2013
    Tebal buku      : 232 Halaman
    ISBN               : 978-602-279-053-2

    Sinopsis Novel
    “Astaghfirullah…, Bapak?!” pekik Tajudin kaget.
    “Pak, ngapain nangkring di atas tower? Bapak mau coba ilmu kanuragan baru?”
    Mendengar ada yang memanggilnya, Pak Solar melongok ke bawah. Dilihatnya Tajudin dengan wajah cemas seperti menahan pipis sedang melihat ke arahnya.
    “Pak Solar, turun, Pak. Ini saya bawakan springbed, Bapak loncat saja!”
    “Iya Pak, saya juga bawa tenda biru. Nanti kita nyanyi bareng Mpok Desi Ratnasari.”
    Para tetangga tampak saling bersahutan membujuk Pak Solar agar turun. Tetapi, Pak Solar malah asyik makan ciplukan di atas tower.
    Novel komedi cinta ini menceritakan jatuh bangun Tajudin dan ayahnya, Pak Solar, dalam berwirausaha. Diwarnai dengan drama asmara antara Tajudin, Nadia, dan Hannah.

    Resensi Novel
    Novel Cireng Forever merupakan novel pertama karya dari Haris Firmansyah dan Funny Team yang saya baca. Menurut saya saat membaca novel ini ialah bahwa novel ini sangat menarik. Karena novel ini membuat saya bisa tertawa lepas dengan komedinya yang unik dan berbeda dari komedi yang selama ini saya baca maupun lihat di Televisi. Selain menghibur, novel ini juga memberikan beberapa pesan yang sangat mengena di hati saya. Seperti pesan agar jangan menyerah dalam situasi sesulit apapun, batapa pentingnya sekolah, strategi bisnis dan pelajaran hidup lainnya seperti bahwa hidup itu seperti roda yang berputar (ada saatnya kita berada di bawah dan ada saatnya kita berada di atas :D )
    Awal mula kisah di novel ini ialah saat Pak Solar yang merupakan ayah dari Tajudin terkena PHK, uang pesangon yang dijadikannya modal untuk usaha pun habis karena Pak Solar tidak memilih strategi yang baik dan benar. Pak Solar menjual bensin ecer, namun sayang tempatnya berjualan malah di samping SPBU #hadeeh. Karena kehabisan uang Pak Solar bahkan nekat untuk memanjat tower, membuat Tajudin dan para tetangganya panik bukan kepalang. Pak Solar benar-benar mengalami stress.
    Tajudin, demi membantu ayahnya, ia menjadi tukang cuci motor keliling. Walau tidaklah mudah, hal itu dilakukan Tajudin dengan ikhlas. Tapi, karena ada beberapa hal, Tajudin harus berganti-ganti profesi. Saat berganti-ganti profesi itu banyak hal terjadi pada Tajudin. Pada akhirnya Tajudin dan Pak Solar memilih untuk berjualan cireng. Hal inilah yang akan menjadi penentu kehidupan keluarga Tajudin ke depannya. Apakah jualannya menemui kesuksesan? Apakah mereka bisa hidup berkecukupan? Atau malah kembali gagal?. Ayo, beli novelnya dan dibaca sendiri, hehehhe.

    Di dalam novel ini pun, yang tak kalah menarik ialah terselipnya kisah cinta antara Tajudin, Nadia dan Hannah yang bisa bikin kita nyengir kuda. Dan bisa saja membuat pipi merona malu, hihihihi XD >////<

    Akhir kata, novel ini menjadi salah satu novel favorit saya. Dan saya merekomendasikan novel ini untuk kalian baca disaat kalian membutuhkan bacaan menarik dengan komedi yang segar :)


    Terima kasih.
  • Sumber Protein Cocok Langsingkan Badan

    0
    Hasil gambar untuk sumber protein
    Kesulitan untuk memilih-milih makanan saat anda ingin melangsingkan badan? Jangan khawatir, anda masih bisa mengonsumsi makanan yang tinggi protein yang sangat bermanfaat untuk tubuh anda. Contohnya daftar makanan tinggi protein di bawah ini :
    1.      Daging Ayam Tanpa Lemak
    Ayam merupakan makanan kaya protein untuk menurunkan berat badan. Konsumsilah seporsi daging ayam tanpa lemak, karena dapat memberikan tubuh banyak energi yang cukup untuk membakar lemak.
    2.      Salmon
    Ikan yang disukai banyak orang ini rupanya kaya omega 3 dan tinggi protein. Tak hanya melangsingkan tubuh, manfaat lainnya juga dapat menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh. Salmon juga membantu dalam menjaga rasa lapar untuk si pelaku diet.
    3.      Biji-bijian
    Makanan ini tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga membantu dalam menyeimbangkan kadar gula darah. Karenanya beragam jenis biji-bijian umumnya tinggi serat dan protein.
    4.      Beras Merah
    Ganti makanan nasi putih anda dengan nasi merah selama ingin melangsingkan berat badan. Ya, beras merah adalah makanan tinggi protein yang menguntungkan penurunan berat badan. Apalagi jika anda makan satu porsi beras merah dengan seporsi makanan biji-bijian, cukup membantu anda untuk membakar lemak dalam tubuh.
  • Kerokan

    0
    Hasil gambar untuk kerokan
    Siapa yang tidak mengenal kerokan? Kerokan dirasakan banyak orang membantu membuat ‘tubuh lebih enak’.
    Ada yang suka kerokan dengan banyak minyak, ada yang suka kerokan dengan gerakan kencang, ada yang lebih suka dengan perlahan. Apa pun caranya, semua ingin kerokan efektif.
    Bagaimana pun, efektivitas terapi yang dalam bahasa asing disebut coining dan cao gio ini tergantung pada siapa anda bertanya. Sementara belum ada artikel ilmiah yang memverifikasi efektivitas terapi tradisional ini. Orang-orang Asia Tenggara di seluruh dunia masih mempraktikkannya.
    Kerokan diyakini bekerja dengan menarik ‘angin’ ke permukaan tubuh dan menciptakan jalur di mana ‘angin’ dapat dibebaskan. Jumlah ‘angin’ yang akan keluar diukur oleh tingkat kemerahan yang muncul pada tubuh setelah pengerokan, yang juga menjadi indikasi untuk mengukur tingkat keparahan penyakit.

    Untuk penyembuhan nyeri otot, meskipun tidak ada bukti tenteng efektivitas, kerokan dianggap dapat memberikan perbaikan gejala melalui penggunaan balsam atau minyak yang diserap kulit bila diterapkan atau digosokkan dengan koin.
  • Perawatan Tubuh Malam Hari

    0
    Hasil gambar untuk perawatan wajah
    Perawatan di malam hari merupakan hal penting yang sebaiknya dilakukan sejak usia 20-an. Jika dilakukan rutin, kulit akan senantiasa sehat, kencang, berseri dan awet muda.

    Mulailah perawatan dari rambut
    Rambut merupakan mahkota wanita! Rambut yang lepek akibat faktor eksternal bisa diperbaiki dengan aplikasi krim atau spray yang dirancang khusus untuk malam hari sehingga tidak menyebabkan lepek dan tidak meninggalkan residu saat tidur.

    Kulit wajah bisa lelah
    Istirahatkan wajah kita dengan mengoleskan krim malam sehingga wajah akan kembali segar keesokan harinya. Jangan abaikan juga bagian tubuh kita yang lain, terutama tangan dan kaki. Jaga kekenyalan dan kelembutannya dengan pelembab. Pilih yang mengandung formula agak pekat dengan wangi yang segar.
  • Lutein

    0
    Hasil gambar untuk sayur dan buah yang mengandung lutein
    Hai Friends, siapa sih yang ngga mau punya berat badan ideal dan tubuh yang sehat? Apalagi khususnya wanita. Nah, jika kita menginginkan kedua hal tersebut kuncinya hanya satu, yaitu makan makanan yang mengandung gizi seimbang. Buah-buahan dan sayuran merupakan kategori makan yang tidak boleh diabaikan. Karena, buah dan sayur memiliki berbagai macam nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan kita. Salah satunya tubuh kita memerlukan Lutein.
    Apa itu Lutein ? Lutein merupakan pigmen atau zat warna karotenoid yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran, yang membuat buah serta sayur berwarna indah. Lutein didapat dari mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah berwarna kuning juga hijau setiap hari (contohnya labu dan jagung). Lutein memiliki manfaat penting untuk melindungi fungsi penglihatan, loh. Lutein secara bertahap akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan Lutein nutrisinya dapat larut dalam lemak. Karena itulah agar tubuh dapat menyerap Lutein lebih banyak maka dapat dikonsumsi dengan jenis makanan berlemak dan berminyak. Tapi, tetap diingat untuk jangan terlalu banyak menggunakan minyak atau lemak, karena berlebihan lemak tidak akan baik untuk tubuh kita. Kita bisa membuat salad, campuran sayuran hijau dan kuning dengan tambahan minyak zaitun atau minyak wijen.
  • Floaters

    0
    Hai Friends :)
    Kali ini saya akan membahas tentang Floaters, saya sendiri memiliki Floaters di kedua mata saya :)
    Dan saya memiliki mereka sejak anak-anak (mungkin dari kelas 6 SD atau 1 SMP).
    Nah, mari kita mulai membahas tentang Floaters ini.

    1. Apa sih Floaters itu? Nah, floaters adalah bayangan yang bergerak-gerak sesuai arah gerakan mata kita. Bentuk dan warnanya macam-macam.

    2. Bentuknya bisa berupa titik, atau bentukan bundar, kadang berbentuk spt sarang laba-laba (sawang). Warna pun bisa gelap (hitam) / kecoklatan

    3. Nah, floaters ini letaknya di bagian rongga mata yang berbentuk jelly yang berwarna transparan. Namanya VITREOUS.

    4. Vitreous ini konsistensinya seperti jelly, namun pada beberapa kondisi, seperti mata minus, orang tua, infeksi retina, maka vitreous mencair

    5. Ada bagian vitreous yang mencair dan ada bagian yang tetap seperti jelly, akibatnya timbul partikel-partikel yang ‘floating’ di cairan vitreous tadi

    6. Nah, partikel-partikel yang floating inilah disebut FLOATERS. Yang kita rasakan seperti ada bintik hitam di penglihatan kita, ngikutin kalo mata gerak

    7. Kadang kita baru nampak floaters di mata kita saat di ruang terang, atau lagi lihat layar monitor yang putih. Kadang ada-kadang menghilang

    8. Apakah floaters bahaya? Jawabannya TIDAK. Floaters tidak berbahaya dan tidak mempengaruhi penglihatan. Namun ada TAPInya lho :)

    9. Kalau floaters tiba-tiba meningkat jumlahnya dari biasanya. Misal biasanya 1 titik kemudian tiba-tiba jadi 5-10 titik

    10. Atau tiba-tiba floaters diikuti dengan flashes, yaitu pandangan seperti melihat kilat cahaya. Nah, ini perlu diwaspadai

    11. Karena kadang Flashes atau kilatan cahaya ini bisa disebabkan karena vitreousnya menarik retina sehingga retinanya robek :(

    12. Retina yang robek ini bahaya, karena bisa jadi menyebabkan Retinal Detachment atau pelepasan retina yang bisa mempengaruhi penglihatan

    13. Nah, jadi bila floaters tadi tiba-tiba jumlahnya meningkat, atau disertai flashes (kilatan cahaya), cepat segera ke dokter mata terdekat

    14. Kalau ada floaters 1-2, tanpa flashes, kadang nampak-kadang nggak. Ini sama sekali nggak bahaya. Tidak mengancam penglihatan

    15. Bisa gak sih floaters dibersihkan? Jawabnya bisa tapi melalui prosedur operasi besar-Vitrektomi.

    16. Jadi pada vitrektomi, cairan jelly vitreousnya yang terkotori floaters diganti sama cairan saline. Ribet. Gak banyak dari mata mau melakukan operasi ini.

    17. Karena floaters tersebut kan tidak berbahaya. Kadang dengan berjalannya waktu, floaters akan memudar.

    18. Nah, demikian bahasan floaters kali ini :)

    Apakah di antara kalian ada yang mengalami hal yang sama dengan saya?
    Kalau ada yang mau berbagi cerita juga boleh, berdiskusi bareng :D

         
  • Love is Life (and) Life is Tears in Heaven (Chap 3)

    0




    Chap 3



    Suara binatang malam semakin terdengar di tengah keheningan yang menjadi. Biebi duduk di pinggir tempat tidurnya dengan sikap diam, percakapan di telepon dengan neneknya setengah jam lalu masih terngiang-ngiang di pikirannya, memusnahkan rasa laparnya sehingga dia langsung kembali ke kamar tidur setelah mematikan kompor.
    “Narumi ada di Indonesia, Bie. Mungkin dia akan mendatangimu sebentar lagi. Bersiaplah untuk menyambut calon suamimu itu.”
    Itulah pesan terakhir dari neneknya sebelum menutup telepon. Dalam kegalauan yang menerpa, Biebi menatap balkon kamarnya, ada dorongan untuk menuju balkon dan mengintip suasana rumah kosong yang ada di sebelah kiri rumahnya itu. Dorongan itu semakin kuat dan menyudutkannya, sehingga akhirnya dia menyerah.
    Dengan perlahan Biebi bangkit dan melangkahkan kaki ke sana, angin malam yang dingin langsung menerpanya begitu sampai di depan pagar balkon miliknya. Dengan bersender di pagar balkon dia menengokan kepalanya ke arah halaman yang ada di depan rumah kosong itu. Di sana hanya ada kesunyian dan taman bermandikan cahaya remang-remang yang berasal dari beberapa lampu di atas pagar. Beberapa menit pun berlalu dalam keheningan.
    “Apa benar Narumi di Indonesia? Apa mungkin Narumilah yang akan tinggal di sebelah? Apa dia sekarang sedang merencanakan sesuatu?”
    Biebi menepuk jidatnya sendiri, dia merasa bodoh saat menyadari kalau sekarang pikirannya sudah terpengaruh oleh gosip yang mamanya berikan tadi. Dengan geleng-geleng kepala Biebi hendak kembali ke tempat tidurnya dan berusaha untuk melupakan masalah calon suaminya tersebut, tapi belum juga niat itu terlaksana Biebi menangkap sesuatu yang bergerak di halaman itu dengan ekor matanya. Dia terperanjat dan dengan refleks menutup mulutnya agar tidak berteriak saat melihat ‘apa’ yang bergerak itu. Di sana! Tepat di halaman rumah kosong itu! ada seorang laki-laki yang merayap di rerumputan dan tiba-tiba menengok ke arahnya!
    ***
    “Ada apa?” tanya seorang lelaki yang muncul secara perlahan dari balik pintu rumah tingkat 2 yang baru saja mereka tempati. Kaos hijau melekat di tubuhnya yang mungil namun berbentuk indah karena hasil fitnes yang teratur. Celana pendeknya yang berwarna abu-abu pun seakan ‘sempurna’ dipakai olehnya.
    Dia bertanya pada laki-laki yang sedang tersenyum ke arah balkon rumah di samping rumah mereka.
    “Aku melihatnya” jawabnya disertai senyum yang melebar ke arah sang penanya, lalu berjalan ke arahnya dengan santai. Beberapa kancing atas kemeja putihnya terbuka, berantakan, berlumpur, begitu juga dengan celana panjang hitamnya. Tapi itu semua tak bisa menghilangkan pesonanya.
    “Bagaimana menurutmu?”
    Laki-laki itu sudah berada di samping sang penanya dan menatap wajah sang penanya tersebut untuk beberapa saat. Mata yang selaksana langit malam tanpa bintang miliknya menyiratkan sesuatu.
    “Bahkan dengan melihatnya dalam kesamaran pun aku tahu dia memang cantik”
    “Baguslah kalau begitu”
    “Hn”
    “Hei... bisakah kau hilangkan du─”
    “Apa kau tetap pada keputusanmu?”
    Hening. Mereka berdua hanya berdiam diri untuk beberapa saat. Lalu laki-laki berbaju hijau tersebut melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, dengan berdecak kesal laki-laki yang memakai kemeja putih menyusulnya setelah menutup pintu. Dia perlu berjalan 2 kali lebih cepat agar bisa mencegat laki-laki berbaju hijau masuk ke dalam kamar dan menggantung pembicaraan mereka.
    “Hei! Tunggu aku!”
    Sekali mengayunkan tangannya, dia memutar tubuh laki-laki itu menghadapnya.
    Dilihatnya sepasang mata hijau yang berkabut, membuatnya terhenyak dan merasa seakan terhimpit dunia.
    “Apa menurutmu aku akan menghancurkanmu?” tanyanya serak. Susah baginya mengatur suaranya agar tetap seperti biasa disaat mata hijau itu telah menembus jantungnya.
    Laki-laki itu tersenyum, mengangkat kedua tangannya untuk menelusupi kemeja putih di depannya dan menempelkannya tepat di atas detak kehidupan yang merintih memohon ampun.
    “Hatimu tidaklah seperti besi. Jika menghancurkan diriku saja kau tak bisa, bagaimana kau akan melaksanakan tujuanmu?”
    “....”
    “Kau bisa mengubah tujuanmu sekarang, jika pagi telah tiba semuanya sudah terlambat.”
    “Kenapa kau di sini?”
    “Untuk membantumu tentu saja”
    “Yah, kau ada untuk membantuku. Kau ada di sini untuk membantuku menghancurkan diriku sendiri secara perlahan”
    ***
    “Bie...”
    “....”
    “Biebi...?”
    “....”
    “BIEBI!”
    “Akh!” Biebi sontak menjauhkan smartphone-nya dari telinganya yang berdenging. “Ih! Apaan sih?! ngga perlu pakai teriak segala kan?”
    “Ngga perlu bagaimana? Orang kamunya aku panggil-panggil ngga denger-denger kok!
    “Itu aku lagi mikir, bukan ngga lagi dengerin”
    “Alasan basi lagi!”
    Biebi sedikit tersenyum saat mendengar jawaban itu, memang benar dia hanya beralasan saja saat mengatakan dia sedang berpikir, sebenarnya pikirannya sedang terbang-terbang entah ke mana.
    Saat ini Biebi sedang berada di kantornya, dan dia sedang berbicara dengan Rurie di telepon.
    “Ya sudah, sekarang kamu mau bagaimana?”
    “Aku ngga tau, Bie. Aku bingung, kan kamu tahu sendiri aku ini payah dalam hal berteman dengan lawan jenis. Dia kemarin nanyain aku apa ada waktu luang buat hari sabtu ini? tapi aku belum jawab”
    Biebi memutar bola matanya, lalu mengambil selembar kertas HVS dari laci meja kerjanya.
    “Kurasa kau harus memutuskan hal seperti ini tanpa menanyaiku terlebih dahulu. Jawab saja apa yang memang kamu inginkan. Dan juga, apa ruginya berteman dengannya? Anaknya baik kok, tampan lagi. Seleramu banget kan?”
    “I-iya sih. Baiklah, aku akan menjawabnya siang nanti, kalau dia bertanya lagi. Aaakh~ aku jadi pusing sendiri”
    “Sebagai orang yang mengenal kalian berdua, aku tahu kalian pasti akan cepat akrab. Rie, teleponnya sudahan yah. Aku masih banyak kerjaan, ngga sepertimu yang lebih santai. Semoga berhasil kencannya, Bye....”
    Sambungan telepon terputus, menyisakan Biebi yang sedang tersenyum ringan memandang smartphonenya. Dia masih sulit percaya dengan apa yang sudah diceritakan Rurie padanya pagi ini.
    Biebi mengambil polpen merah di dekatnya. Dia mulai menuliskan apa inti cerita Rurie padanya sambil sesekali mengerutkan kening di kertas HVS yang sebelumnya memang sudah tersedia.
    Biebi menatap kertas HVS yang tergeletak tak berdaya di depannya, coretan merah yang ada di sana membuat Biebi menaikkan sebelah alis.
    Anan langsung kembali ke Restoran Sunrise begitu pulang dari kantor untuk menemui Rurie (saat itu dia tiba-tiba menjadi aneh begitu mengetahui siapa Rurie sebenarnya). Anan entah bagaimana berhasil membuat Rurie menyerahkan Nomor teleponnya (walau aku tidak terlalu kaget dia berhasil mendapatkan nomor telepon Rurie karena dia memang ahli dalam hal ‘mendapatkan’ sesuatu sebagai Sekretarisku). Anan langsung mengajak Rurie bertemu di hari sabtu ini (bukankah itu terlalu cepat? Apa Anan jatuh cinta pada pandangan pertama dan tergila-gila?).
    “Ternyata Anan tertarik dengan wanita seperti Rurie. Hem...ini hal yang bagus untuk Rurie, walau sedikit aneh untuk seorang Anan. Apa yang sedang dicarinya?”
    Coretan Biebi terhenti ketika pintu ruangannya diketuk perlahan dan terbuka untuk menampilkan sosok Anan yang tengah memegang sebuah paket berbentuk kotak coklat berukuran sedang.
    “Permisi Bu, saya baru saja menerima paket ini dari Pak Reno” kata Anan sambil meletakkan paket tersebut di atas meja Biebi.
    Setelah menaruh kertas yang dia baca tadi ke dalam laci, Biebi mengambil Paket itu dan mencari tahu siapa pengirimnya. Tapi nama pengirimnya tidak ada, hanya ada nama penerimanya saja. Paket itu ditujukan langsung kepada Biebi Leonita, tanpa embel-embel ‘Bu’ atau ‘Yth’ di Hotel Goddess.
    “Pak Reno tidak bilang ini dari siapa, Nan?” tanya Biebi kepada Anan yang berdiri tak jauh darinya.
    “Tidak, Bu. Begitu menerima paket ini saya sendiri kaget, karena baru kali ini petugas security mengantarkan paket langsung ke saya. Saat saya bertanya kenapa Pak Reno memberikan langsung ke saya, beliau hanya bilang kalau paket ini titipan dari seorang laki-laki yang juga dititipin dari orang lain. Dan orang itu berpesan agar paket ini langsung diberikan kepada Ibu tanpa ditunda-tunda lagi, karena paket ini berisi hal yang sangat penting, hal yang sangat Ibu butuhkan sekarang”
    Biebi menatap paket itu seksama, kemudian menatap Anan sambil tersenyum.
    “Ya sudah, lanjutkan pekerjaanmu. Terima kasih.”       
    “Baik, Bu.” Anan pergi keluar ruangan, meninggalkan Biebi dengan paket misterius itu.
    Biebi menerka-nerka siapa yang telah memberikannya lelucon ini, paket tanpa nama pengirim merupakan lelucon pasti baginya. Setelah mengambil cutter di kotak kecil tempat alat-alat tulisnya berada, Biebi membuka perlahan paket itu.
    Mata Biebi membulat sempurna saat paket itu terbuka seutuhnya, paket yang berupa kotak hitam bersampul kertas coklat itu benar-benar membuat Biebi susah berkata-kata.
    “Oh My God...” hanya itu yang bisa meluncur dari bibirnya setelah bersusah payah.
    Kotak hitam itu berisi sepaket perhiasan emas putih bertahtakan berlian mewah.
    Sebuah lelucon yang tak bisa dianggap remeh oleh semua wanita.
    ***
    Anan, Pak Reno dan Biebi sama-sama duduk di kursi yang ada di dalam ruangan Biebi. Dengan tangan yang memegang kotak perhiasan yang baru saja dia terima, Biebi bertanya untuk ke-3 kalinya kepada Pak Reno ‘apa benar orang yang menitipkan paket padanya itu tidak memberitahukan detail siapa pengirimnya?’.
    “Saya benar-benar tidak tahu, Bu. Mas-mas tadi itu hanya memberitahukan ke saya kalau paket itu untuk Ibu. Kalau paket itu sangat penting. Ketika saya bertanya ‘dari siapa?’ dia bilang kalau paket itu juga titipan dari orang lain, seorang laki-laki juga. Tidak ada yang lain lagi.”
    Biebi menatap Pak Reno, merasakan kalau apa yang dilakukannya akan berakhir sia-sia saja dia menyuruh Pak Reno pergi untuk kembali berkerja.
    “Bu, apa perlu saya menyelidikinya?” tanya Anan begitu Pak Reno sudah tak ada di ruangan.
    “Kalau kamu bisa. Lakukan. Tapi ingat jangan sampai hal ini tersebar ke luar. Aku tidak suka diburu wartawan. Ini kotak perhiasannya.”
    “Baik, Bu. Saya akan segera memulainya sekarang, permisi Bu.” Sambil membawa kotak perhiasan yang diberikan Biebi, Anan pun pergi.
    Biebi memijit pelipisnya, dia mengambil smartphone-nya dan mencari nama seseorang yang entah dia rasa butuhkan sekarang. Nama itu sudah ditemukannya, namun hanya dipandang tanpa diberikan tindakan.
    “Wowong...”
    ***
    Biebi dan Anan pergi makan siang bersama di Restoran Sunrise, mereka sedang membicarakan bahan rapat yang akan dilaksanakan esok hari. Semula mereka terlihat sangat serius dan tak menghiraukan keadaan sekitar, tapi semua berubah saat Biebi tak sengaja melihat seseorang yang dia kenal sedang memasuki Restoran.
    “Kenapa dia ada di sini?” ucapnya tanpa sadar.
    Anan yang tadi sedang berkonsentrasi dengan notebook-nya kini mengikuti arah pandangan Biebi.
    “Laki-laki itu?” tanyanya kepada Biebi sambil melihat seorang lelaki yang sedang berjalan menuju salah satu meja yang tak jauh dari mereka. Laki-laki itu mengenakan setelan T-shirt abu-abu dan celana Jeans biru serta membawa tas selempang berwarna coklat tua.
    “A?! oh, iya. Dia”
    “Memangnya siapa dia?” Anan kini memandang Biebi, merasa dari nada jawaban Biebi tadi Anan sudah punya satu tebakan jitu. Tapi dia tetap menanyakannya.
    “Kau ingat pembicaraan kita di kantor waktu itu, yang tentang ku─”
    Onee-chan!” seruan itu membuat semua mata menengok pada sang penyeru karena sangking nyaringnya, tidak terkecuali Biebi dan juga Anan.
    Sang penyeru yang tak lain adalah laki-laki yang sedang Biebi dan Anan bicarakan itu berjalan cepat ke arah mereka, senyumnya mengembang seakan baru saja menemukan makanan manis favoritnya.
    Onee-chan! Aku tak menyangka kita akan berjumpa di sini” katanya riang.
    “Ya, ya, ya. Sekarang duduklah sebelum menambahku malu, Wong” Biebi menarik tangan mungil itu dan tersenyum singkat kepada pengunjung Restoran lain. Kini Wowong ikut bergabung di meja mereka, dia mengambil salah satu kursi yang ada di dekatnya dan duduk di samping Biebi.
    “Kenapa kau ada di sini?” tanya Biebi pada Wowong.
    “Tentu saja untuk makan, memangnya untuk apa lagi?” jawabnya dengan wajah tanpa dosa.
    Anan tak sengaja tertawa perlahan. Biebi yang melihatnya memberikan deathglare terbaiknya pada Anan.
    Onee-chan, siapa laki-laki ini? Apa dia kekasihmu? Apa ini berarti aku akan patah hati?”
    Biebi menahan keinginannya untuk membekap mulut manis yang terlalu banyak bertanya itu.
    “Bisa tidak kau diam saja? Dan jangan bertanya hal-hal aneh seperti itu!”
    “Itu tidak aneh, Nee-chan. Aku menanyakannya karena aku menyayangimu”
    “KAU....”
    “Biar kutebak!─ucap Anan memotong perkelahian di depannya─dia ‘kucing’ itu kan?” tanya Anan dengan senyum tertahan.
    “Aku? Kucing? Ne-neko?! Hei! Aku bukan Neko!” kata Wowong sambil melotot dan menunjuk dirinya sendiri.
    “Oya? Jadi benar bukan dia, Bie?” tanya Anan kepada Biebi tanpa menghiraukan Wowong yang sudah memerah di tempat duduknya.
    “Kalian kenapa jadi menyebalkan begini sih? Akh! Aku jadi pusing nih!”
    Wowong dan Anan hendak memberikan jawaban masing-masing, tapi disela oleh suara seorang wanita.
    “Wah, wah, wah. Saat mendapat laporan dari karyawanku tentang pelanggan yang terlalu ribut, aku tak menyangka akan menjumpai kalian”
    “Rurie...”  ucap Anan dan Biebi bersamaan, sedangkan Wowong hanya menatap wanita itu dengan tatapan “siapa ini?
    Rurie menatap Anan sekilas, lalu mengalihkan pandangannya kepada Biebi.
    “Aneh rasanya melihatmu salah tingkah seperti itu, Bie”
    “Apa maksudmu?”
    Rurie tidak menjawab pertanyaan Biebi, dia mengambil salah satu kursi yang ada dan langsung ikut bergabung di meja itu.  Dia memilih duduk di samping Anan.
    “Hai, aku Rurie, aku temannya Biebi. Kamu siapa?”
    Rurie mengulurkan tangannya kepada Wowong, tindakan itu membuat Biebi dan Anan terkejut. Sedangkan Wowong menyambut uluran tangan itu dengan wajah berseri.
    “Hai juga, panggil saja aku Wowong. Aku Otouto-nya Biebi nee-chan. Senang berkenalan denganmu, Rie”
    Otouto? Adik?! Hem… sepertinya aku ‘mencium’ sesuatu”.
    Biebi menggelengkan kepalanya perlahan, dia tahu Rurie akan mencerewetinya nanti.
    “Apa kalian sudah selesai dengan perkenalan ini?” Tanya Biebi sedikit ketus. dia ingin mengucapkan sesuatu yang lain, tapi pelayan datang dan membawakan makanan untuk Rurie serta Wowong.
    Setelah pelayan pergi, Biebi mengira semua ‘kekacauan’ akan ikut pergi bersama hilangnya pelayan itu dari pandangan. Tapi…
    “Nah Wong, bisa kau ceritakan bagaimana bisa kau bertemu Biebi dan menjadi Otouto-nya?”
    Rurie memulai introgasinya.
    ***


    BY : MENTARI ARDINI 


    To be continued~

    #Cerbung ini akan terus saya lanjutkan, tapi yah waktu update-nya ngga nentu. Terima kasih bagi yang masih mengikuti Cerbung ini, baik yang 'meninggalkan jejak' maupun tidak :D.
    Semoga sukses buat kalian :'D
  • Copyright © - Chibi 'RIE' Mikiko Chan

    Chibi 'RIE' Mikiko Chan - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan